Enaknya Melamar Kerja Apa Ya?

Eh, lulus nih…enaknya ngapain ya, … nyari kerja dong?!πŸ˜€

Kalau melamar pekerjaan jangan seperti mau memilih calon istri, “1 saja lah, takut gak kuat!“. Atau jangan seperti program KB yang bilang, “2 anak cukup!” . Lebih banyak akan lebih baik, “makin banyak kita buat umpan, makin besar kesempatan dapet ikan”, kata salah seorang teman saya yang tiba-tiba pandai berpetuah. Tapi apa benar harus begitu?

Bukan bermaksud menggurui, tapi lebih karena keinginan berbagi hasil obrolan dengan dosen saya. Berikut adalah hasil obrolan ringan tentang tips cara mendapatkan kerja yang “pas mantab“. Urutan peristiwanya adalah:

  1. Tanyakan pada diri sendiri sebenarnya kita maunya apa? Kalau mau kerja, ya kerjaan apa? Kalau mau study lagi, mau lanjut kmana? Masih bingung? Mending pikirkan dulu tahap pertama ini dengan sungguh-sungguh, karena tahap inilah yang sebenarnya paling susah.
  2. Setelah dapet apa yang diinginkan, susun rencana buat ke situ dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Misalnya nih, karena sekarang banyak perusahaan yang meminta kemampuan bahasa inggris yang bagus, maka buat yang kemampuan bahasa Inggrisnya masih setengah jongkok, mending kursus dulu. Misalnya lagi nih, biasakan mengerjakan soal-soal psikotes atau cari wawasan dari mana saja soal tes wawancara, dan lain sebagainya.
  3. Setelah persiapan beres, baru kita berburu kerjaan. Ingat!!! jangan asal melamar, pastikan bahwa yang dilamar sudah sesuai dengan poin pertama tadi.
  4. Yang terakhir adalah waktunya pamer ilmu dan pandai-pandai “jual diri” (maksudnya mempromosikan diri sendiri gitu loh!) waktu tes dan wawancara.
  5. Tunggu panggilan buat tanda tangan kontrak kerjaπŸ™‚

Ada baiknya juga, buat mengisi waktu nganggur, mending sambil kerja paruh waktu. Selain pekerjaan jenis ini sifatnya tidak mengikat, dengan memiliki rutinitas kerjaan begini bisa membebaskan kita dari stress sewaktu menunggu lamaran kita dibalas.

Nganggur boleh saja, asal berkualitas. Petuah dari teman saya yang lainnya,…

kita sebenarnya berada di sebuah lingkaran, jangan lari, jalan saja…karena kalau kita lari maka akan membuat kita pusing atau malah terjungkal jatuh. Jalan saja, pelan tapi pasti. Sambil lalu, carilah jalan kelaur dari lingkaran, fokus pada satu jalan saja. Setelah ketemu jalan itu, baru berlarilah sekencang-kencangnya dan capai tujuanmu. (dari seseorang yang tak mau disebut namanya)

Dipersembahkan buat mereka yang baru lulus dan sedang mencari arah dan bukan pekerjaan! Nikmati hidupmu kawan, ini adalah tahapan yang harus dilalui dan yakinlah kamu sampai di tujuanmu.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s