Pilih Take-off atau Landing??

@suatu tempat antara JKT-BTM

Rasanya sudah lama sekali saya gak naik moda transportasi satu ini. Berkat tiket gratis dari perusahaan tempat kerja saya (nantinya), kemaren (minggu lalu) saya berkesempatan lagi naik pesawat, dari Surabaya ke Batam. Tapi tulisan ini tidak akan membahas perjalanan saya, nanti malah gak ada yang mau baca๐Ÿ˜€ Mending kita fokuskan saja ke sesuatu yang lebih informatif, yaitu tentang take-off dan landing. Semoga disetujui …

Soal take-off dan landing, beda orang akan beda pendapat, terutama kalau ditannya, “pilih yang mana?”

Kita ambil sampel jawaban:

Kata teman sekantor saya, namanya Mas Supardi (bukan nama sebenarnya), dia menjawab, “saya lebih memilih ndak naik pesawat!” … walah, salah nanya orang sepertinya,

Kata teman kantor saya yang lain, Pak Bambang (bukan nama sebenarnya), “Saya lebih suka kalau sudah di atas awan…”, kalau itu saya gak nanya pak!

Kata teman kuliah saya, Mas Vicho (bukan nama sebenarnya juga),“Take-off tuh yang asik…”, ini masuk akal…

Kalau Kamu?

Kalau Saya, “Saya suka keduanya, tapi ada satu hal yang saya benci di saat-saat seperti itu...”, ini terlalu berbelit-belit…mirip-mirip kalau ngomong sama orang birokasi!

Kebencian saya ini sebenarnya dikarenakan kuping saya gak mau diajak kompromi. Selalu saja kuping terasa sakit seperti mau jebol, terutama kalau mau landing. Saat take-off pun kadang juga begitu, walaupun tidak sesakit waktu landing. Waktu saya lihat orang di kiri-kanan-depan-belakang, kok kayaknya cuma saya saja yang kesakitan??? Apa saya yang katrok??? Atau kuping saya yang bobrok???

Karena penasaran, akhirnya saya tanya ke Eyang Gugel. Dari keterangan Eyang Gugel, alhamdulillah hasilnya bukan karena saya katrok atau karena kuping saya yang bobrok, tapi karena memang begitulah fenomenanya. Semua orang harusnya merasakan kupingnya sakit, tapi memang levelnya beda-beda. Mungkin kuping saya sensitif, jadi sakitnya bukan main dan bikin jengkel.

Dari info yang berhasil saya kumpulkan, sakit di telinga ini sebenarnya disebabkan karena perbedaan tekan udara. Saat pesawat akan landing, tekanan udara luar akan lebih tinggi, sehingga gendang telinga akan tertekan ke dalam dan menimbulkan sakit atau terasa seperti budeg. Sama kasusnya kalau kita pas turun gunung pake sepeda motor, kuping kadang juga terasa budeg gini.

Beberapa tips yang bisa diterapkan biar take-off dan landing bisa tetap asik tanpa kuping harus sakit:

  1. Minta penutup telinga ke pramugari, semacam kapas atau yang lain.
  2. Kunyah permen karet, tentunya bawa sendiri permennya dan bekasnya jangan dibuang sembarangan!ka
  3. Biasanya kan dikasih permen sama pramugari, nah jangan buru-buru dihabisin, tunggu sampai mau landing baru kamu makan permennya. Saat makan permen kita akan sering menelan ludah, ini dia yang bisa mengurangi rasa sakit di telinga tadi.
  4. Buat yang lagi flu mending tunda dulu naik pesawat, efek sakit di telinga akan tambah parah kalau sedang flu.
  5. Kalau liat orang di sekitar santai-santai saja, dan sepertinya tidak kesakitan maka kamu salah besar. Mereka juga kesakitan, maka ajaklah mereka ngobrol, karena dengan berbicara akan mengurangi rasa sakit.
  6. Berdoa saja biar cepat sampai di darat.

Semoga dengan tips ini bisa membuat kita menikmati saat-saat take-off dan landing. Tentunya ini tidak akan berlaku buat yang merasa takut dengan saat-saat take-off dan landing. Kalau memang begitu ceritanya mungkin kamu salah masuk blog…hehehe.

4 thoughts on “Pilih Take-off atau Landing??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s