Perlunya Perencanaan Travelling (Kisah nyata perjalanan tanpa perencanaan matang ke Malaysia)

Apa yang terjadi kalau sebuah perjalanan wisata dilakukan tanpa perencanaan?

A. Harus banyak nanya dan nyasar, atau
B. Malah seru dan banyak hal baru yang ditemui?

Jawabannya bisa A, bisa B atau bisa juga keduanya. Tapi kalau bagi saya, travelling tanpa perencanaan matang itu adalah seperti perjalanan saya ke Malaysia di bawah ini. Cekibrot brow!

Jumat 16 Desember 2011, akan jadi hari bersejarah bagi tiga bocah ini, saya @gardjoew, Rengga @kegazawa, Ricky @gamayoga, karena dalam beberapa hari berikutnya (dengan harapan gak nyasar) akan sampai untuk pertama kalinya di Kuala Lumpur (KL) Malaysia. Ya, Malaysia, negara tetangga yang suka asal klaim kebudayaan kita… entah apa yang membuat kami tertarik kesana. Mungkin hanya karena penasaran, penasaran sebenarnya apa sih yang membuat si tetangga ini suka kurang ajar, apa mereka lebih gagah, lebih canggih, lebih kuat dari kita? Entahlah… mari kita buktikan saja.😛

Start kami adalah terminal ferry Harbour Bay (Batam). Karena memang kami tinggal (nomaden) di Batam untuk beberapa waktu belakangan ini. Rencananya, dari Batam kami akan transit dulu di Singapura dan lanjut ke KL dengan KTM (Keretapi Tanah Melayu). Keratapi, begitulah ejaan yang benar untuk Malaysian Language. Lucu ya, hehehe. Oke, kembali ke topik. Kalau dilihat dari rencana keberangkatan dan rencana moda transportasi yang akan digunakan, sepertinya terencana dengan baik ya,… tapi kenyataannya tidaklah demikian. Kenapa? Berikut kelanjutannya….

Menurut informasi dari @gamayoga, terminal kereta KTM menuju Malaysia ada di Tanjong Pagar (Singapura), tapi ternyata informasi beliau ini adalah out of date!  Pantes aja di saat petugas imigrasi Singapura nanya mau kemana dan transit dimana, lau saya jawab di Tanjong Pagar, hasilnya si petugas imigrasi agak bingung (kelihatan dari raut muka bengongnya), untung saja kita masih dapet stempel imigrasi walaupun jawaban saya terlihat ngelantur. Perlu dicatat bahwa petugas imigrasi dan polisi di Singapura adalah petugas paling rese’ yang pernah ada di dunia, kenapa? karena tingkat kecurigaan mereka sudah sangat akut bahkan mendekati pobia! Kebengongan petugas imigrasi ini adalah tanda-tanda bakal nyasar! Wawlohu’alam…

Tanjong Pagar ini letaknya tidak jauh dari Harbour Front, karena ferry kita finish disitu, maka sepertinya akan jadi perjalanan yang mudah menuju Malaysia. Ternyata tidak demikian sodara-sodara! Setelah sampai di Tanjong Pagar kami nanya ke petugas rese’-nya Singapura. Sebuah pertanyaan sopan dan singkat menganai dimana terminal KTM menuju Malaysia, dan bagaimana caranya kami sampai disana. Jawaban dari petugas rese’ ini singkat saja, “woodlands”. Singkat, padat dan tidak jelas! Woodlands? yang bener aja, itu jauh banget dari Tanjong Pagar? Usut punya usut, sebenarnya saya tadi di ferry sempat browsing, dari situ saya baca kalau stasiun kereta di Tanjong Pagar memang sudah tutup sejak pertengahan 2011 dan sekarang pindah ke Woodlads! Horee!!! Ternyata Mbah Gugel lebih sakti daripada infonya @gamayoga

Tanjong Pagar ke Woodlands, jauh masbro!

Sampai di Woodlands MRT station, terus gimana sekarang? Karena ini ada pada bagian diluar rencana, maka bingunglah sudah. Mulai dari petugas stasiun sampai pedagang buah sudah kami tanyai gimana caranya ke KTM station. Tapi entah pada autis apa gimana, jawabannya gak ada yang nyambung. Sekarang tinggal insting aja yang berlaku. “Kemana kaki melangkah” ini bahasanya @kegazawa yang selalu saja tenang (kecuali kalau mau ke  toilet). Nampaknya keberuntungan masih berpihak, di shelter bus, kami yang lagi bingung bertanya ke segerombolan keluarga (yang nampaknya muslim), untungnya mereka dengan baik hati nunjukin jalan sampai ke KTM station. Thanks friend, you are our savior… Bus 911 meluncur dari Woodlands MRT station ke Woodlands KTM station.

Menurut info dari @gamayoga, KTM akan berangkat pukul 10 waktu Singapura, dan kita sekarang berada di pukul 9 waktu Singapura (Singapura dan Batam beda satu jam, harap dicatat!). Menimbang waktu untuk antri, imigrasi dan tetek-bengeknya perijinan, jeda satu jam adalah sangat-sangat gawat! Nah, karenanya saat sampai di Woodlands Train Check Poin (KTM Station) kita langsung aja ambil langkah seribu, tanpa sadar ada yang “lupa”. Sampai didalam, dengan blo’on dan katroknya Kami tanya ke petugas rese’ Singapura. Pak, dimana tempat beli tiket KTM ke Malaysia? nah ini tadi yang kelupaan, tiketnya belum beli! Si polisi ini bukan ngejawab malah minta paspor! Dengan itikad baik, kami kasih paspor-paspor kami, dengan pikiran bahwa akan dibantu nyari tiket. Eh ternyata si polisi ini emang rese’! Bukan ngebantuin malah kami digiring ke kantor imigrasi! Sh*t, ini pulis sialan bukannya ngebantu malah nyurigain orang! Padahal jenggot dan rambut udah dicukur rapi gini, masih ada tampang teroris apa!saya sumpahin ini orang gak  bisa boker seminggu! Sh*t!!!

Setengah jam lebih kami di kantor imigrasi, setelah ditanya macem-macem akhirnya kami dibebasin, tanpa dikasih tau dimana tempat beli tiket KTM! emang dasar rese’.

Dengan insting, sekali lagi insting! setelah lepas dari jeratan imigrasi, kami nyari loket KTM. Alhamdulillah, akhirnya bisa ketemu loketnya, yang ternyata nyungsep di sebelah pintu masuk Woodlands Train Check Poin (KTM Station) yang kami lewati sebelumnya!

Di tempat pembelian tiket kereta KTM, dengan waktu yang begitu mepet, kami hanya berharap kebagian tiket sisa-sisa aja, gak papalah daripada gak dapet, mengingat ini adalah akhir pekan! Dan,… yak, sepertinya kami beruntung, akhirnya kami dapat tiket dengan status tambahan, yang berarti sebenarnya tiket udah habis. Keberuntungannya lagi, KTM berangkat pukul 11 bukan 10. Dengan ini maka kevalid-an informasi dari saudara @gamayoga secara resmi DIRAGUKAN! Catat!

Ohya, tiket kereta KTM dari Woodlands ke KL harganya 34$ Singapura. Untuk kursnya berapa bila dirupiahkan, silahkan lihat yang terupdate di Bank,😀

Tragis kan perjalanan tanpa perencanaan? Hanya keberuntungan saja sepertinya yang bisa menolong, hahahaha. So, buat yang mau melakukan perjalanan, terutama ke tempat yang belum pernah dikunjungi, ada baiknya direncanakan terutama masalah informasi terupdate soal transportasi dari dan ke tempat tujuan. Be a smart teveller!

20 thoughts on “Perlunya Perencanaan Travelling (Kisah nyata perjalanan tanpa perencanaan matang ke Malaysia)

    1. Vita, tiket kereta KTM dari Woodlands ke KL yang harganya 34$ Singapura itu cuma sekali jalan. Karena saya berencana melanjutkan perjalanan ke Malaka setelah dari KL. Dan pulangnya saya menggunakan bus dari Malaka ke Woodlands seharga 30 RM (Ringgit Malaysia).🙂

    1. Hai Ida, salam kenal juga,🙂
      paling gampang ya,… hmm, menurutku di petronas twin tower, karena paling sering busnya mampir kesitu, kamu bisa kesana dengan LRT dari KL cantral, atau tempat2 lain yang punya jaringan LRT/MRT.

      1. Thanks bro buat info-nya btw adaa hotel recomen hotel deket KL Central nggak soalnya aku besoknya conecting flight-nya pagi,akuu biasa dii Tune Hotel Downtown

  1. Thanks bro buat info-nya btw adaa hotel recomen hotel deket KL Central nggak soalnya aku besoknya conecting flight-nya pagi,akuu biasa dii Tune Hotel Downtown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s