12 Jam Keliling Kuala Lumpur

06.00 AM : KL Central Train Station, Kuala Lumpur

Setelah 6 jam perjalanan kereta KTM dari Singapura, dengan muka kucel tapi hati sumringah, kami (saya @gardjoew, ricky @gamayoga, dan rengga @kegazawa) sampai di Kuala Lumpur (KL) “sesuai rencana”. Kenapa harus ada tanda petik? Alasannya ada di postingan saya tentang perlunya perencanaan traveling.

Walau ngantuk karena susah tidur, kami tetap niat seharian ini bakalan muter-muter KL! Ngantuk ini adalah akibat kedinginan di kereta (katrok). Tapi memang dingin sih, di luar juga gitu. Jadi, KL itu ternyata cukup sejuk, gak kayak Singapura yang panasnya sebanding dengan Surabaya!… So, cuci muka bentar lalu cao! Gak pakek mandi!

Untungnya di KL ini transportasi mudah. Mirip dengan Singapura yang memiliki layanan kereta cepat dalam kota, macam MRT dan LRT, KL juga punya, dan ditambah lagi mereka punya Monorail. Kira-kira kapan Jakarta atau Surabaya punya beginian ya? Berdoa sajalah!

Tips dari kami,… untuk masalah transportasi di KL jangan pernah mengandalkan taksi. Di KL taksinya gak pake argo! Katrok banget kan? Iya, tapi memang begitulah… dan mereka akan memasang harga tinggi bagi wisatawan. Kalau mau naik harus tau kisaran harga normal dan pandai-pandai menawar! Jadi, pakailah LRT saja,.. hehehe

Hampir semua objek wisata di KL bisa dijangkau dengan LRT (kereta). Tapi bagi traveller macam kami yang tak tahu arah akan lebih bijaksana untuk menggunakan jasa Bus Wisata. Bus wisata di KL yang kami naiki adalah Hop-on Hop-off City Tour. Tiketnya seharga 38 Ringgit untuk turis asing dan 19 Ringgit untuk warga Malaysia. Di Malaysia memang berlaku tiket untuk semua wahana wisata sebesar dua kali lipat bagi turis asing. Dua kali lipat harga untuk turis asing! Catet! Untuk menghindari dua kali lipat harga inilah kami mencoba mempraktikkan bahasa melayu ke penjual tiket, tapi berakhir dengan kegagalan karena dia selalu minta ID card… hahaha, ketahuan bohongnya nih!

Hop-on Hop-off City Tour

Cukup mahal, 38 ringgit untuk biaya transportasi bila dibanding naik LRT. Bila kami naik LRT, 10 Ringgit saja bisa puas muter-muter KL. Tapi meski mahal, sepertinya kami patut bersyukur karena harapan untuk keliling KL bisa sukses! Beberapa tempat yang berhasil kami kunjungi selama di KL adalah Twin Tower (Petronas Tower), KLCC mall, KL Tower, Bukit Bintang dan Petaling Street (China Town).

09.00 AM : Twin Tower / Petronas Tower

Twin Tower

Letaknya ada di pusat kota KL. Gedung ini sangat mencolok karena paling tinggi diantara gedung-gedung disebelahnya, sehingga sangat mudah ditemukan. Twin Tower ini adalah objek wisata wajib kunjung bagi traveller yang mampir ke KL. Karena ini adalah icon-nya KL. Kalau kamu belum mengambil foto di depan Twin Tower maka kamu belum bisa dibilang pernah ke KL. Oleh karena itulah Twin Tower ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan.

Di Twin Tower ada fasilitas bagi pengunjung untuk naik ke atas gedung pencakar langit ini dan juga ke jembatan penyebrangan di antara kedua gedung dengan membayar 50 Ringgit (lagi-lagi ini adalah harga dua kali lipat). Mahal ya,… hehehe. Selain mahal, ada syarat tambahannya, yaitu kita harus berpakaian rapi, bersepatu, harus dateng pagi-pagi karena jumlah pengunjung dibatasi dengan sistem tiket “siapa cepat dia dapat”, dan jangan datang di hari Senin karena Senin tutup. Hehehe….

10.00 AM : KLCC Mall
Satu dari sekian banyak mall di KL. Letaknya tepat di lantai dasar Twin Tower. Suasananya tidak banyak berbeda dengan mall-mall di Indonesia, bedanya adalah kita bisa menemui banyak pengunjung cewek yang memakai “hot-pants” dan “tank-top”, ini mirip-mirip dengan mall di Singapura. Kalau di Indonesia yang semacam ini hanya bisa kita jumpai di Batam, eh Jakarta juga udah gitu sih, tambah salkus lah, Hehehe

01.00 PM : KL Tower

KL Tower

KL Tower merupakan menara pusat pemancar informasi Malaysia. Merupakan salah satu menara informasi tertinggi di dunia. Letaknya tak jauh dari Twin Tower, kalau dari jauh akan terlihat dua bangunan tinggi ini saling bersebelahan.
Kami sebenarnya tertarik untuk naik ke atas karena untuk naik ke atas tak perlu “syarat-syarat khusus” seperti pada Twin Tower, tapi masalah utamanya tetap saja pada biaya. Jadi kami harus puas dengan berfoto di depannya saja!😦

Bukit Bintang Road

02.00 PM : Bukit Bintang
Pernah ke Orchad Road-nya Singapura? Nah, Bukit Bintang ini adalah Orchad versi KL. Dikelilingi oleh pusat-pusat perbelanjaan mewah, restoran kelas atas, trotoar pejalan kaki yang lebar, dan kerumunan anak muda “melek” fashion. Begitulah kira-kira gambaran dari Bukit Bintang. Makanya kalau mau kesitu dan hanya berpakaian ala kadarnya, kamu akan berasa jadi orang udik seudik-udiknya, hahaha.

Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia

Petaling Street (KL China Town)

04.00 PM : Petaling Street
Mau cari oleh-oleh yang murah meriah? Petaling street adalah jawabannya. Oleh-oleh murah dan khas dari KL seperti baju, gantungan kunci serta bermacam-macam cendera mata ada disini. Soal harga, bisa dijamin lebih murah daripada semua tempat di KL.

Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata yang bisa dikunjungi, tapi sayang sekali kami tak bisa berlama-lama disini, karena salah satu personil kami mengalami gagal menahan gejolaknya sehinga harus mencari Tandas (baca: toilet). Pencarian toilet ternyata tak semudah yang dibayangkan… susah banget nyari toilet. Setelah pencarian panjang, akhirnya kami dapat menemukan tandas di dalem stasiun LRT! Hahaha… Karena sudah terlanjur di dalem stasiun, ya akhirnya petualangan keliling KL disudahi sampai disitu,😦

06.00 PM : KL Central Train Station

Ada satu penyesalan saya dengan singkatnya waktu keliling KL ini yang hanya menggunakan waktu pagi sampai sore hari. Penyesalan itu adalah tak dapat melakoni wisata goyang lidah alias wisata kuliner! Tau sendiri kan, wisata semacam ini cocoknya untuk malam hari. Walaupun begitu, yang penting sudah ada bukti otentik berupa foto di depan Twin Tower, cukuplah sudah, 12 jam mengalilingi KL.😛