Wisata Kota Tua “Melaka The World Heritage City”

welcome to melaka, the world heritage city

Masih ingat dengan pelajaran sejarah tentang Kerajaan Malaka? Malaka, Malacca atau Melaka, sampai saat ini adalah kota dengan situs-situs peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik. Bila kamu ke Malaysia, sebaiknya kamu berkunjung ke sini. Di Malaka, terasa sekali nuansa kota kunonya, rumah-rumah tempoe doeloe, musium, dan jalanan kota yang sempit dan berliku.

Bila ingin ke Malaka melalui KL (seperti saya), kamu bisa melalui rute ini: KL central – Bandar Tasik Selatan (dengan KLIA transit, 4.2 RM) – Melaka Central Station (dengan Bus, 10 RM). Total biaya untuk perjalanan cuma 14,2 RM, murah kan?πŸ˜€

Malaka, adalah kota tua yang dipenuhi bangunan-bangunan peninggalan jaman Kesultanan Malaka, Belanda dan Portugis. Layaknya kota tua, Malaka memberikan suguhan pariwisata berupa “perjalanan ke masa lalu” melalui musium dan bangunan bersejarahnya. Maka jangan heran kalau setiap kaki melangkah menyusuri jalanan di kota ini akan selalu bertemu dengan musium. Selain musium, ada juga beberapa wahana wisata baru yang dibangun, tapi ini menurut saya tidak penting karena citra wisata kota ini adalah kota tua. Sehingga saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu dalam “perjalananΒ  ke masa lalu”.

Peta Wisata Kota Malaka (image by malaccamalaysia.com)

Saya tiba di Malaka waktu itu malam hari, sehingga rencananya langsung mencari penginapan dan memulai perjalanan menyusuri kota esok harinya. Tapi, dari obrolan saya dengan warga Melaka saat di bus, saya disarankan untuk mencoba ke Jonker Street/Walk (Jl. Hang Jebat). Katanya di Jonker, yang merupakan daerah pecinan (china town), setiap malam di hari Jumat-Minggu, ada pasar malam. Pasar malam ini menjual aneka pernak-pernik serta makanan khas Malaka.

Jalan Hang Jebat (Jonker Walk/Street)

Beruntung, karena saya tiba di Malaka pada hari minggu malam, jadi bisa ke pasar malamnya Jonker Walk. Tapi tidak beruntung karena saya terlalu malam sampai di Malaka, jadinya saya tidak sempat membeli barang apapun di Jonker.😦

Selain Jonker Walk, wisata malam di Malaka bisa ditemui di Sungai Malaka (berada di seberang Jonker Walk). Di sini setiap malam akan dipenuhi oleh orang-orang yang menikmati keindahan malam sungai Malaka di cafe-cafe mini pinggir sungai. Berasa di Eropa gitu deh, hehehe. Dan di sungai ini pula kita bisa mencoba paket wisata menyusuri sungai menggunakan perahu. Keindahan kota di malam hari, lampu-lampu di pinggir sungai dan cafe-cafe mini yang romantis… cocok untuk bulan madu. Tapi sayangnya saya kesitu bukan untuk bulan madu, karena rombongan saya cowok semua! catat!

sungai melaka at night

Setelah puas di Jonker Walk dan Sungai Malaka, sekarang giliran mencari penginapan. Di Melaka, tarif hotel tidaklah terlalu mahal. Untuk yang kelas biasa, bukan hotel berbintang, harganya berkisar antara 100-150 RM untuk satu malam. Bila ingin lebih murah, carilah hostel. Saya waktu itu memilih Accordian Hotel, dengan sedikit tawar menawar (gak tau juga kenapa hotel bisa ditawar), kami akhirnya menyewa kamar untuk bertiga, dengan biaya 80 RM (penawaran awal 100 RM) untuk satu malam.

Hari kedua di Malaka, saya punya waktu dari pagi sampai siang untuk menjelajahi kota tua ini. Setelah sarapan murah nasi lemak di depan hotel, berbekal peta wisata dari hotel tadi, saya mulai lagi perjalanan wisata kota tua Malaka. Tujuan hari ini adalah beberapa musium dan bengunan bersejarah di sekitar jalan Laksamana dan Jalan Merdeka.

1. In front of Jonker Walk; 2. Benteng peninggalan POrtugis; 3. Christ Church; 4. St. Francis Xavier’s Church; 5.Kincir air kesultanan melayu Malaka
Museum Maritim, Jl. Laksamana, Malaka.

Dari Jl. Merdeka, saya melanjutkan lagi perjalanan ke kompleks Kesultanan Malaka, letaknya ada seberang Jl. Merdeka. Di kompleks kesultanan ini, selain tentunya ada istana sultan Malaka, ada juga beberapa bangunan peninggalan Portugis dan Belanda yang letaknya mengelilingi istana sultan Melaka. Yang paling terkenal dan selalu jadi spot foto bagi pelancong adalah Benteng Formosa, sebuah benteng peninggalan Portugis. Selain benteng, di kompleks ini bisa ditemui juga gereja tua yang sudah tak lagi terpakai, gereja St. Paul. Di sebelah gereja ini ada kompleks pemakaman peninggalan Belanda.

Saat saya mengelilingi kompleks kesultanan ini, saya sempat bertanya-tanya, kenapa istana sultan dikelilingi oleh gereja, benteng dan kuburan belanda? Mungkin jawabannya adalah karena Melaka adalah bekas jajahan Belanda dan Portugis. Untuk mengekang pihak istana Melaka, Belanda maupun Portugis mendirikan “pagar” di sekeliling istana, berupa benteng dan Gereja, masuk akal kan?πŸ™‚

Istana Sultan Malaka, sekarang difungsikan sebagai musium kebudayaan Malaka yang menggambarkan masa-masa Kesultanan Malaka.
Formosa
St. Paul Church

Setelah puas jalan-jalan, sekarang saatnya untuk berbelanja oleh-oleh. Wisata memang tak lengkap rasanya jika tanpa belanja oleh-oleh. Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya berbelanjalah di Pahlawan Street Market yang ada di Jl. Merdeka. Di Pahlawan street market kami mendapati harga oleh-oleh yang murah tapi dengan kualitas barang yang lebih bagus dari tempat lain di Malaka, tentunya jangan lupa menawar harganya.πŸ™‚

Oh iya, jika kamu ingin mencoba melihat kota Malaka dari ketinggian, cobalah ke Menara Taming Sari. Tak perlu takut kelelahan karena harus naik turun tangga, karena menara ini punya deck mekanis yang akan mengantarkan pengunjung ke puncak menara. Kita tinggal duduk dan tungu deck bergerak naik ke atas. Kamu perlu merogoh kocek 40 RM untuk naik menara ini, itulah sebabnya saya tidak naik, hehehe.

Dan akhirnya perjalanan kami harus diakhiri, karena kami harus bergegas ke terminal untuk mengejar bus dari Malaka Central ke Singapura. Saat itu, kami kurang persiapan sehingga baru membeli tiket bus di terminal saat akan pulang. Sebenarnya ini sangat salah, untungnya kami masih dapat tiket, hahaha. Kalau ingin aman, sebaiknya pesanlah tiket sehari sebelum pulang, sehingga tak perlu takut kehabisan tiket ataupun harus terburu-buru ke terminal bus.

Oke dah, sampai disini cerita perjalanan di kota tua Malaka, semoga postingan ini bermanfaat buat kamu yang berencana ke Malaka. Oh iya satu lagi, kekurangan kota ini adalah di transportasinya. Dari satu tempat wisata ke yang lainnya tidak ada transportasi yang memadai. Hanya ada bus yang datang satu jam sekali atau taksi yang tak berargo sehingga harus tawar menawar. Tapi kamu tidak perlu kecewa, karena jarak tempat-tempat wisata yang saya sebut diatas tadi tidaklah terlalu jauh antara satu dan lainnya, jadi bisa ditempuh dengan jalan sehat alias jalan kaki. Happy Traveling!!!πŸ™‚

15 thoughts on “Wisata Kota Tua “Melaka The World Heritage City”

  1. hi, numpank nanya, bulan depan saya ada rencana ke malaka, tapi sampai sana sekitar jam 11 / 12 malam. apakah aman dari terminal ke hotel dan transportasinya apakah cuma taksi ? (karena udah kemaleman). kemungkinan bis udah g ada ya. soalnya katanya diatas jam 9 udah sepi banget.

    thanks

    1. Hi juga,πŸ™‚
      yup jam segitu di terminal emang udah sepi. Kemarin aku sampai terminalnya KL jam 8-an, udah mulai sepi. Alternatifnya kalau jam 11 malem emang kayaknya cuman taksi. Jangan lupa ditawar ya, cos taksi dsono gak pake argo, -_-
      Terminalnya lumayan aman, orang malaka juga cukup bersahabat kok, gak kayak di KL.

    1. Hii juga Filo. Saranku coba kamu cari hostel/losmen di sekitar Jonker Street. Disana banyak yang harganya murah, tapi waktu aku kemarin kesitu udah pada full book semua, huhuhu…
      atau coba cek di sini:
      http://www.agoda.web.id/asia/malaysia/malacca_melaka.html?type=1&site_id=1410012&url=http://www.agoda.web.id/asia/malaysia/malacca_melaka.html&tag=7d43c808-c57e-4517-9c5a-7770fb3135cf&gclid=CIbdgvuk27MCFcQc6wodpWQAZA&cklg=1#searchbox

      semoga lancar wisatanya,πŸ™‚

  2. hai.. aku rencana ke melaka dari KL jam 8 malem sampe melaka sentral apa masih ada ya bis menuju malaka city nya? terus waktu balik ke KL sentral naik nya dari mana? makasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s