S.E.M.U

~tears for you~

Kadang rasanya hidup ini gak penting…

Saat melihat orang bekerja keras demi sebungkus nasi, saya bertanya-tanya, “kenapa mereka melakukan itu? kenapa tidak mati saja (maaf kasar banget ini), sehingga gak perlu kerja keras, gak perlu mendengar hinaan orang, gak perlu lagi merasa direndahkan?”

Memang, kadang hanya demi sebuah senyum dari seseorang yang dicintai, seseorang rela berbuat apa saja. Berbuat kejahatan ataupun sampai rela mati pun tetap dilakukan.

Manusia memang aneh…Saya tidak mau bekerja keras untuk orang lain, begitu juga saya tidak mau orang lain bekerja keras untuk saya…

Egois…ya, begitulah. Ini salah satu sifat manusia. nafsu mungkin mendorongnya untuk menjadi egois. Tapi sebenarnya bukan cuma nafsu. Manusia itu hanya seonggok daging. Jiwalah yang memberinya arti. Tanpa itu hanya akan ada seonghok daging.

Jiwa ini yang butuh ketenangan. Ketidak mampuan otak manusia mengartikan keinginan jiwa membuatnya berbuat diluar kontrol. Marah, tertawa, menangis… itu gambaran jiwa, yang tak pernah bisa diterjemahkan oleh otak.

Jadi, apakah demi senyum seseorang, atau karena menuruti nafsu? keegoisan? apatis? heroik? berani? takut? dendam? peduli? Ternyata bukan. Semua itu dilakukan, sadar atau tidak sadar hanya karena kita mengejar “ketentraman” jiwa dengan jalan kita masing-masing.

Hidup ini semu, hanya sebentar.

(tribute to:  ~tears for you (nada sou sou)~ a film by Nobuhiro Doi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s