puncak mahameru

My Fourth Summit – Mahameru, Mount Semeru 3676 mdpl

DSC04372

Yang sejak dulu selalu diimpikan, yang sejak dulu selalu ditunggu, Mahameru. Orang bilang ini mainstream, orang bilang naik Semeru itu sudah seperti wisata, orang bilang Semeru itu biasa saja, tapi bagi kami, akan hambar rasanya mendaki gunung-gunung di Indonesia tanpa mencoba yang satu ini.

Desember 2013, kami berhasil mengumpulkan 6 orang, salah satunya pernah ke Semeru, yang lain nihil, malah ada yang kali ini akan jadi pendakian pertamanya, hahaha.Walau berawal tak saling kenal, tapi selama pendakian kami sudah seperti teman akrab. Firman, Xeno, Meydi, Rahmat, Gunawan dan saya. Kawan, kita boleh saja baru kenal, tapi impian kita adalah sama, menggapai puncak Mahameru!

5 Desember,

Start dari Pasar Tumpang, dengan menyewa kendaraan (Jeap), kami berniat langsung lanjut ke Ranu Pane, desa terakhir dan sekaligus awal pendakian kami ke puncak Semeru. Perjalanan dengan Jeap ini makan waktu sekitar 2 jam. Kami meleset 2 jam dari itinerary awal, karena baru bisa sampai di Ranu Pane pukul 8 malam. Dan dengan begitu harusnya kami tidak bisa lanjut tracking ke Ranu Kumbolo, karena pos daftar telah ditutup. Tapi dengan ke”jenius”an Firman, berbekal logat sundanya yang kental, dia melobi pendaki lain (yang ceritanya dia ini orang sunda) untuk “nitip” registrasi di keesokan harinya. hahaha

Dan tracking malam menuju Ranu Kumbolo dimulai… kira-kira jalurnya kayak begini nih:

Jalur Ranu Pane-Ranu Kumbolo via Watu Rejeng
Jalur Ranu Pane-Ranu Kumbolo via Watu Rejeng

Ini juga meleset dari itinerary awal, harusnya 5 jam kami tempuh sampai Ranu Kumbolo, tapi kali ini kami butuh 6 jam. hahaha. Sampai di Rakum (Ranu Kumbolo) tanpa ba-bi-bu kami langsung buka tenda, berharap masih sempat tidur 2-3 jam sebelum lanjut ke Kali Mati. Dan berharap masih tersisa sunrise Ranu Kumbolo…🙂

6 Desember

Disambut sunrise (telat) ranu kumbolo,🙂

Perjalanan kami lanjutkan ke Kalimati. Rute perjalan kami akan melewati Tanjakan Cinta, Oro-oro Ombo, Cemoro kandang, Jambangan, kemudian baru Kali Mati. Kalau fisik masih kuat dan hari belum gelap, kami berencana lanjut ke Arcopodo. Tapi apa daya, pukul 5 sore kami baru sampai di Kalimati, dan fisik sudah terkuras habis, hahaha. Akhirnya kami putuskan untuk buka tenda (walau akhirnya ngikut nginab di pos, mumpung ada yang kosong, hehe) dan menunggu malam sebelum start summit attack dari Kalimati ke Puncak Semeru.

Pukul 10 malam, tanggal 6 Desember kami bersiap naik… tapi apalah daya, hujan datang, kami batal naik dan mencoba menunggu sampai malam keesokan harinya,…😦

7 Desember

Cuaca hari ini cerah, sumringah kami menyambutnya. Kami sudah tak sabar dengan summit attack malam nanti. Pukul 11 malam kami mulai pendakian ke puncak melalui Arcopodo dan Kelik. Lagi-lagi kami meleset dari Itinerary, summit dari Kalimati harusnya hanya butuh 6 jam, tapi kami butuh 7 jam! Sunrise pun tak bisa kami gapai di puncak semeru…😦

8 Desember

Sunrise itu bonus, puncak tetap jadi tujuan utama. Bagi kami, bisa sama-sama mencapai puncak Semeru, Mahameru, itu sudah suatu kebanggaan. trimakasih atas semua kesabaran dan kegigihan kalian kawan🙂

Rasanya sangat enggan meninggalkan puncak Mahameru. Kalau tidak ada larangan untuk berada di puncak selepas pukul 10 pagi, mungkin kami akan berlama-lama disana. Sampai jumpa lagi Mahameru, ijinkan aku berkunjung lagi bila masih ada umur dan kesempatan,🙂

Untuk perjalanan pulang kami melalui jalur yang tidak biasa. Jalur tidak resmi yang katanya bisa lebih cepat sampai ranu pane. Kami melewati jalur Ayek-ayek. View di awalnya luar biasa, tapi setelah itu jalur akan menanjak tajam dan selanjutnya hanya ada turunan samapi ke ranu pane. Hanya saja, dari pintu rimbanya ke pos daftar cukup jauh, sehingga harus menggunakan ojek untuk menghemat waktu.🙂

tips jalur ayek-ayek:

1. Jangan lewat sini jika hari sudah gelap, karena jalur banyak bercabang dan tidak ada pos sepanjang perjalanan.

2. Siapkan fisik karena jalur yang terus menerus naik dan diakhiri dengan turunan tanpa henti akan sangat menguras fisik dan mental.

3. Ini memang jalur short cut, tapi dikala hujan jalan akan sangat licin dan menghambat pendaki.

(Fact: kami terjebak hujan cukup lebat saat melalui ayek-ayek, waktu tempuh yang seharusnya kurang dari 4 jam malah menjadi lebih dari 6 jam. Keterlambatan ini berujung pada peristiwa ketinggalan pesawat yang dialami Rahmat, Meydi dan Firman).

Selamat mendaki, kapan ke Semeru?🙂

puncak mahameru
puncak mahameru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s