IMG_4203

Journey To The East (PART 2) – Sailing Trip To “The Dragon” Komodo Island

sailing trip

Sore hari pukul 4, kapal mulai bertolak ke Flores. Laut hari itu tenang, cuaca cerah dan sambutan awak kapal yang ramah mengawali trip panjang ini. Halma Jaya, kapal kayu sepanjang kurang lebih 25 meter ini diisi 32 orang penumpang, kebanyakan wisatawan asing, 7 orang awak kapal. 4 hari ke depan saya akan tinggal di kapal ini, bergoyang-goyang mengarungi lautan luas. Nenek moyangku seorang pelaut,  itu yang saya tanamkan di hati untuk mengurangi kegugupan dan menjaga daya tahan tubuh agar tak mabuk laut.

This slideshow requires JavaScript.

Hari pertama kami lewati dengan bermalam di kapal, berhenti sejenak di dekat Gili Bola. Pukul 3 dini hari kami melanjutkan perjalanan ke Moyo IslandHidden Paradise Waterfall menunggu kami disana. Setelah perjalanan panjang di laut, air terjun terasa seperti es cendol di terik siang.  hahaha!

This slideshow requires JavaScript.

Walau belum puas di Moyo, kami lanjutkan perjalanan ke Satonda Island yang kira-kira sejauh 3 jam perjalan. Ada danau air asin di tengah pulau ini, dan ada spot untuk snorkle. 2 jam di pulau ini rasanya masih belum cukup. Tapi perjalanan masih harus berlanjut. Megan dan Becky Barner, si kembar UK, termakasih karena kalianlah saya   mencapai view point danau satonda, walau harus berpanas-panas telanjang kaki menginjak tanah di terik siang.🙂

Fact: Danau Satonda mempunyai keunikan karena airnya asin seperti air laut. Diperkirakan air danau ini asin karena tercampur dengan air laut yang meluap dan terperangkap di danau pada saat gunung Tambora meletus. Jarak pulau Satonda dengan gunung Tambora sangatlah dekat dan seperti diketahui letusan gunung Tambora merupakan letusan yang sangat dahsyat sehingga sangat mungkin menimbulkan gelombang pasang (tsunami) yang dahsyat pula.

Kali ini 18 jam harus kami lewatkan di kapal, non stop!  Kesalahannya adalah tanpa buku bacaan dan headphone. 18 Jam tanpa henti ini terlewatkan dengan mengobrol, ngopi, makan, tidur, makan lagi dan tidur lagi. Sebagian dari waktu panjang itu saya habiskan di sudut kiri atas kapal Halmajaya. Di deck sempit dekat kemudi kapal, tempat saya menuliskan catatan perjalanan ini. Oh selain kegiatan membosankan berupa menulis catatan, ada kegiatan lain yang seru, main kartu! Terimakasih kepada entah siapa yang membawa barang ajaib ini.

Dan penantian 18 jam itu terbayar oleh cantiknya sunrise Gili Laba/Lawa, awesome!

Tentunya kurang puas bila hanya di kapal, kami lanjutkan dengan trekking ke salah satu bukit di Gili Laba yang punya view super awesome!🙂

This slideshow requires JavaScript.

Masih di hari yang sama, perjalanan berlanjut ke spot keren lainnya, sebuah pantai ajaib berpasir kemerahan atau lebih dikenal dengan pantai pink. Selain pantainya, keindahan lain terletak di bawah permukaan air lautnya. Gak usah jauh-jauh, cukup snorkle saja, karena tidak lebih dari 3 meter sudah bisa kita temui kerumunan terumbu karang dengan ikan-ikan penghuninya.

This slideshow requires JavaScript.

Fact:Warna pink pada pasirnya terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda.

Tak banyak waktu yang bisa kami habiskan di pink beach karena tujuan utama trip ini sudah menunggu, Pulau Komodo! Let’s go!

Dan kami sampai di Komodo Island, skarang saatnya berburu! “Kita harus gerak cepat, tapi jangan berisik!” kata ranger yang menemani rombongan kami sore itu. Komodo yang kelihatan lemes dan tidur-tiduran itu bisa saja berlari kencang, dari arah yang tidak kita duga dan menyerang rombongan, jadi perhatikan baik-baik sekitarmu dan tetaplah di trek yang sudah ditentukan. Jangan keluar rombongan, karena kalau terjadi apa-apa, ranger tidak akan bisa menolongmu.

Cukup sulit menemukan komodo sore itu, hanya ada satu ekor yang kami temui di jalur trekking, itupun komodo muda seukuran 60-70 cm. Tentunya kami tidak ingin perjalanan panjang kami ke sini hanya ketemu satu ini kan?

Hari semakin gelap, saatnya kembali ke pos kedatangan, pupus sudah harapan… tapi tunggu, ranger memberi isyarat untuk jalan pelan-pelan, eitssss! ternyata ada 5 ekor komodo dewasa sepanjang hampir 2 m sedang santai di dekat pos. Oke mari kita keluarkan kamera!

This slideshow requires JavaScript.

Fact: Komodo termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klade Toxicofera. komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Menjelang malam kami menuju kampung komodo, tapi tidak untuk menginab disana, ini hanya bertujuan untuk membantu perekonomian warga sekitar. Ketika kapal kami datang, para penjual souvenir akan berebut menawarkan barang-barangnya. Banyak diantara mereka masih anak-anak. Souvenir berbentuk komodo diukir dari kayu yang sayang sekali harganya melewati budget saya, tapi ya gimana lagi…harus hemat! Perjalanan masih panjang!

This slideshow requires JavaScript.

Esok paginya, sambil menunggu sarapan dengan menu khas kapal, roti panggang, Halmajaya melaju pelan menuju pulau yang katanya punya populasi komodo lebih besar dari Pulau Komodo. Rinca Island, dimana komodo benar-benar berkembang di habitatnya dengan bebas. Tentunya ini jadi harapan saya untuk mendapati lebih banyak lagi komodo dibanding hari sebelumnya.

Dan benar saja, baru mulai di awal trekking, sudah ada beberapa komodo menyambut. Untung saja jumlah ranger cukup banyak, jadi agak tenang. Oiya sekedar info, komodo memang tidak berbisa, tapi bakteri yang ada di mulutnya bisa mengakibatkan kematian, jadi sama aja. Karenanya, tahanlah hasrat untuk memotret komodo dari jarak dekat, tetap jaga jarak aman, dan perhatikan langkah serta sekelilingmu! Entah berapa komodo yang kami temui hari itu, sudah tidak lagi mau menghitungnya, hehehe

Selain komodo, ternyata Rinca punya view luar biasa keren! Dan kami sepertinya datang di saat yang tepat. Agustus adalah musim kemarau, dimana rumput dan ilalang menguning, kontras dengan warna laut. Bayangkan padang sabana di Afrika bertemu dengan lautan tropis yang biru… surga!

This slideshow requires JavaScript.

Sebelum mengakhiri perjalanan ini dan berlabuh di Labuan Bajo, kami menuju spot terakhir snorkle di rute ini. Namanya adalah pulau kelor. Sebuah pulau kecil tak jauh dari Rinca. Tapi selain oleh snorkle-nya, saya tergoda untuk menaiki bukit karangnya. Saya berharap ini sama kerennya dengan Gili Laba. Dan..eng-ing-eng!, memang KEREN!

This slideshow requires JavaScript.

Pukul 4 Sore, 10 Agustus 2014, Kami sampai di Labuan Bajo, Flores! Terimakasih Halmajaya, kapten kapal dan kru yang sudah mengantarkan dan memandu kami hingga selamat samapi disini. 4 hari di laut tak terasa, terbuai oleh keindahan alam di ujung timur Indonesia. Membentang sepanjang Lombok, Sumbawa hingga Flores. Pantainya, Bukit-bukit karangnya, terumbu dan ikan-ikannya, rusa, monyet dan komodonya. Luar biasa! Sampai saya lupa ini sudah hari apa dan sayapun lupa sudah lebih dari 4 hari tidak mandi… ah sudahlah.

Anyway, thanks sudah mengunjungi blog ini, semoga saja gak garing ceritanya ya, hahaha. Tulisan ini sebenarnya lanjutan dari postingan saya sebelumnya tentang Journey to the East (Part 1): Explore Lombok, dan semoga saja berlanjut ke part 3 nanti dengan cerita perjalanan ke sebuah lembah di pedalaman Flores. Tau kan? Iya itu…hehehe. See you there,🙂

NB: Thanks to Acap for your documentation, its awesome shot!🙂

 

 

4 thoughts on “Journey To The East (PART 2) – Sailing Trip To “The Dragon” Komodo Island

  1. Hi boleh tahu nama travel yag kamu pakai untuk trip ini? Apa ada pilihan tidur di kabin? Thanks b4

    1. Hi juga Anita, kami ikut Kencana Adventure yang office-nya ada di Senggigi. Ada, untuk cabin class dengan harga yang tentunya lebih mahal dari deck class. Bisa cek langsung ke website mereka untuk lebih jelasnya. Anyway, thanks for reading my blog, hopefully you enjoy it,🙂

  2. Halo, boleh minta detail itinerary transport dari awal trekking rinjani sampai selesai sailing komodo nya Mas?. Karna trip nya Mas persis banget sama yg ingin saya lakukan bulan mei nanti. Boleh dikirim ke arrahman.042@gmail.com
    Trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s