Djogja #2

Ngelanjutin Djogja #1, kita sekarang di hari ke-2,…

Inside Transjogja

Day 2 in Djogja

Tujuan utama hari ke-2 mbolang di Keraton Jogja (Jogja) dan Borobudur (Magelang). Sama seperti pada hari sebelumnya, untuk menuju ke TKP kita pakek Transjogja. Akibat “dihajar” sopir taxi kmaren malem, budget kini makin tipis…:D

Tujuan pertama adalah Keraton Jogja … tidak terlalu sulit mencapai tempat ini. Hampir semua rute Transjogja pasti melewati daerah Keraton Jogja. Dari tempat saya menginap yaitu di Sleman (perlu dicatat, penginapan kita gratis, karena nginep di kontrakan temen!), kita berangkat dari terminal Condong Catur (Concat) pakek Transjogja tadi. Tidak sampai satu jam kita sudah sampai di Shelter Transjogja dekat keraton (saya lupa namanya :D ).

Untuk memasuki Keraton Jogja, dikenakan karcis masuk sebesar Rp. 2000,- ditambah Rp. 1000,- perak ijin memotret, murah lah :) . Setelah memasuki keraton, kesan pertama saya adalah, “ini ya, yang namanya Keraton Jogja? Kok rasanya biasa-biasa saja …”

Jogja Palace. Keraton bagian tengah (salah satu yang dibuka untuk umum)

Karena di keraton, cuma “begitu-begitu” saja, dan bikin gak betah…makanya kami gak bertahan terlalu lama di sana. Kami kayaknya salah pilih waktu untuk menyambangi Keraton Jogja ini, jadinya pas gak ada pagelaran/pertunjukan. Tadi sempat lihat di pintu loket, disana ada jadwal acara untuk persiapan Grebeg Suro. Sebenernya hari ini ada kegiatan gladhi, tapi berhubung acaranya sore, dan sore ini kita mau ke Borobudur,…jadi ya pasrah saja :( mungkin lain kali lebih beruntung.

Oya, buat info, di keraton ini juga ada musium foto-foto raja jogja dan juga musium patung kerabat raja yang sekarang, Sultan Hamengkubuwono X.

Keluar dari keraton, lanjut ke musium kereta kuda, yang berada tepat di depan keraton. Cekibrot!

Horse-Drawn Carriage Museum

Cukup sekian mbolangnya di lingkungan keraton, karena sudah waktunya kita lanjutkan ke Borobudur. Tapi sebelum itu, kita mampir dulu ke Masjid untuk sholat. Masjid kompleks keraton yang bernama Masjid Gedhe Kauman ini berada di sebelah barat alun-alun utara, dibangun pada 1773. Yang bikin kagum adalah ornamen langit-langitnya, keren abis!

The Great Mosque Kauman
Ceiling Ornament at Kauman Mosque

Dan, setelah perjalanan melelahkan dari Jogja ke Magelang, akhirnya sampai juga di Borobudur…, bak tamu istimewa, kami disambut degan meriah oleh GUYURAN HUJAN!!!

Road to Borobudur Temple
itung2 test toefl bro,.. eh turisnya ceper bro! (apa saya yang ketinggian ya, hehehe)

Foto diambil hari minggu tanggal 24 Oktober 2010, atau 2 hari sebelum meletusnya merapi (26/10/2010). Denger di berita TV, sehabis terjadinya letusan Merapi, borobudur sempat ditutup sementara, katanya sih lagi ada pembersiahan abu letusan Merapi. Abu letusan Merapi (katanya lagi) mengandung asam cukup tinggi dan dikhawatirkan mempercepat pelapukan batuan candi. Makanya perlu dibersihin, gitu Bro…

Mbolang di borobudur cukup puas, 3 jam! bosen juga lama-lama…hehehe. Malamnya kita kembali ke alun-alun selatan (tadi siang sudah kesana, tapi ada yang bilang kalau malam hari malah tambah rame). Ada permainan yang wajib dicoba kalau kamu ke Jogja. Namanya masangin, pengin tau apa itu, ini dia…

teman saya yang berhasil...kalau saya sih, ya pastilah GAGAL! hehe🙂

Masangin adalah permainan dimana mata kita ditutup dengan kain tebal (biar gak bisa ngintip) dan kita berjalan kaki dari dekat trotoar (gambar diatas), menuju arah 2 buah beringin di tengah. Kita dikatakan menang permainan ini bila berhasil melewati tengah-tengah diantara kedua beringin. Jangan pernah bilang ini gampang, kalau kamu coba sendiri baru tau kalau ini susahnya minta ampun.

Dari mitos warga setempat, katanya hanya orang terpilih saja yang berhasil. Entah benar atau tidak, yang jelas jalan lurus untuk waktu yang lama dengan mata ditutup rapat memang susah, ya kan? Tapi kalau di permainan masangin ini, hanya tinggal jarak 2 meter saja ketika kami hampir sampai di antara 2 beringin, dengan gobloknya, sang pemain bisa belok 90 derajat! Teman saya malah ada yang sampai muter kembali ke tempat awal mula mulai permainan (di deket trotoar)!

Saya rekomendasikan kalau mampir ke alun-alun jogja, jangan pernah lupa mencoba masangin ini.

Ada lagi nih permainan di alun-alun selatan yang katanya masih baru-baru ini saja ada. Permainannya adalah sepeda bersambung (atau apalah namanya, lihat di gambar bawah).

naek sepeda "bersambung", muterin alun-alun selatan

Tarif sewa sepeda ini cukup murah, cuma Rp. 15.000 untuk 3 kali putaran…

Puas main di alun-alun selatan jogja, hari ke-2 di jogja ditutup dengan ngopi di angkringan kali code. Dimana itu tempatnya, saya gak tau arahnya, pokoknya di kali code, hehehe. Maklumlah, gak apal jalannya…

Hari ke-3…hari terakhir di jogja, sehari sebelum meletusnya merapi…

Yang dari kemaren-kemaren belum kesampaian adalah belanja di Malioboro! Karena kalau malam takut sudah buyar seperti kemarin, maka saya ke malioboronya siang hari. Puanas Puool ternyata! Seperti di Surabaya gitu lah..hehehe. Sayang ndak ada fotonya nih.

Puas menghambur-hamburkan duit di Malioboro untuk borong dagadu, batik, aksesoris, sampai jajanan. Samapi-sampai uang hanya tinggal buat naik kereta pulang saja…

Akhirul kalam, terimakasih kepada para pemandu wisata kami di Jogja…Mas Mul, Mas Eko dan Mas Andre, tanpa kalian mbambung kami di Jogja ndak akan rame. Kapan-kapan boleh main lagi ya, hehehe :D

thanks bro...🙂
konco mbolang ke Jogja😀

Makasih buanget buat yang nyempatin baca, semoga ini bisa jadi wawasan tambahan buat yang mau ke jogja..

I LOve JoGja.. :D

Tanggal 23-25 Oktober 2010 saya berhasil menjelajahi Jogja. Kawan, kapan kisanak mau ke Jogja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s