Safety Moment

#1. Kertas Tebal yang Membahayakan Tangan

Kertas, barang yang terlitat tak akan pernah membahayakan ini ternyata bisa juga melukai. Kertas dengan ketebalan 80gr atau lebih, bisa menggores tangan jika kita tidak berhati-hati dalam memperlakukannya. Ini bisa terjadi, diantaranya saat kita membalik halaman buku atau tumpukan kertas tebal dengan tergesa. Jari tangan yang bergoresan dengan sisi kertas akan akan cukup terasa perih, tergantung dalam tidaknya goresan. Selain oleh kertas, hal ini juga berlaku pada daun tebal, benang yang menegang, kain tebal dan kaku, atau pada benda-benda lainnya yang mungkin kita angap tidak berbahaya.

#2. Berlindung dari Sambaran Petir (Lightning Strike)

Ketika berada di tempat terbuka seperti tanah lapang saat hujan turun, kita biasanya memilih untuk berteduh di bawah pohon untuk sementara. Tapi sebaiknya jangan melakukan tindakan ini jika hujan itu disertai dengan sambaran petir. Kenapa begitu? Ada dua jawaban,

  1. Ini jawaban ilmiahnya. Petir, sebagaimana sifat listrik (relatif sama dengan air), bergerak ke tujuannya (dalam hal ini bumi/ground) sedapat mungkin melalui jalur yg paling enak untuk dilalui. Yang paling enak untuk dilalui petir/listrik tentu yg bersifat penghantar dengan sesedikit mungkin hambatan. Meski pohon bukanlah penghantar yg baik, tapi masih lebih baik daripada udara. Demikian juga menara yg terbuat dari logam ataupun gedung yg memiliki tombak petir. FYI, tombak petir bertujuan menghantarkan listrik petir ke bumi/ground, jadi tidak tepat bila disebut penangkal petir.
  2. Ini jawaban sederhananya. Petir cenderung suka menuju tempat-tempat yang terlihat ‘mencolok’, dalam arti tempat yang berkedudukan lebih tinggi dari tempat disekitarnya. Contohnya gedung tinggi, menara, pohon, bahkan kalau kita berdiri sendirian di tengah sebuah lapangan luas kita juga sangat berpotensi tersambar petir karena kita terlihat ‘mencolok‘.

So, please be careful to choose a place as a shelter if there are lightning strike!

#3. Cara Aman Berkendara di Jalan Raya!

Pernahkah kalian memperhatkan jarak aman di belakang kendaraan lain saat menyetir mobil/motor? Saat saya baru awal-awal bisa mengendarai motor, ini adalah hal pertama yang ditekankan kepada saya setelah kata-kata, “Jangan ngebut!”. Ya, jarak aman di belakan kendaraan lain, atau lebih tepatnya jarak aman untuk bisa berhenti setelah pengereman. Kalau kita selalu memperhatikan ini maka tidak akan ada yang pernah komplain, “Loe ngerem mendadak sih  Bang! Makanya loe ditubruk dari belakang”. Kenapa, karena yang dibelakanglah yang salah, sebab terlalu mepet dengan kendaraan di depanya. Secara sederhana jarak aman yang dibutuhkan untuk berhenti adalah = jarak reaksi (saat berpikir untuk kemudian mengerem) + jarak pengereman. Ilustrasinya sebagai berikut:

Angka diatas adalah untuk jalan kering dan sempurna jika kondisi jalan basah atau berdebu maka perlu ditingkatkan jaraknya karena peluang untuk berhenti setelah pengereman akan semakin sulit.

So, please watch your distance!

#4. Tips Berkendara Sepeda Motor Saat Hujan

1. Jangan lupa selalu membawa jas hujan.

Gunakanlah jas hujan model two pieces (atasan dan bawahan), hindari penggunaan model one piece atau sering disebut model “batman”. Jas hujan model batman ini tidak aman karena tidak praktis saat digunakan dan juga dapat menutupi pandangan spion motor.

2. Sebaiknya memakai helm full face dan tutup rapat kaca helmnya selama berkendara di bawah guyuran hujan. Ada baiknya juga mengganti kaca helm dengan yang bahan mika bening agar pandangan tak terganggu meski berkendara saat hujan.

3. Saat berkendara di waktu hujan, tidak dianjurkan untuk menghapus air hujan yang menempel di kaca helm dengan telapak tangan, karena langkah ini hanya akan membuat pandangan jadi makin kabur.

4. Selalu bawa kain lap, busi cadangan serta alat pemasang dan pencopot busi.

Faktor utama yang sering menyebabkan sepeda motor mogok saat musim hujan adalah busi kemasukan air. Jika mogok copot busi dan bersihkan busi serta tempat busi. Cara membersihkannya, setelah busi di copot tutup tempat busi dengan kain kemudian lakukan seperti saat mau menyalakan sepeda motor. Tujuannya untuk mengeringkan tempat busi dari air. Jika masih tidak bisa maka ganti saja dengan busi yang baru.

5. Tetaplah memakai sepatu jangan memakai sandal jepit saat berkendara sepeda motor apalagi disaat hujan.

Pada umumnya orang lebih sayang sepatunya daripada keselamatan dirinya, padahal dengan menggunakan sepatu akan membuat kita lebih aman saat berkendara apalagi di saat hujan dimana jalan banyak yang licin. Dan sangat dianjurkan untuk menggunakan sepatu boot hujan khusus bagi pengendara sepeda motor.

6. Perhatikan Traksi Ban

Traksi ban dan kemampuan rem akan berkurang saat jalan basah akibat hujan oleh karenanya jangan menaikkan dan menurunkan kecepatan secara mendadak. Usahakan agar percepatan dan perlambatan terjadi dengan halus, menarik kopling sedikit lebih lambat dari biasanya serta tidak mengerem secara mendadak.

Saat mengerem pada waktu hujan, akan lebih bagus jika menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan serta sedikit demi sedikit.

7. Hindari menggunakan atribut berkendara seperti jaket dengan warna hitam atau abu-abu. Pilihlah warna-warna cerah seperti kuning agar pengendara lain mudah mengetahui keberadaan kita ketika hujan.

8. Tetap nyalakan lampu utama ketika berkendara di bawah guyuran hujan. Lampu utama efektif memberikan peringatan kepada pengendara lain tentang keberadaan kita.

9. Yang terakhir dan paling penting, selalu tingkatkan toleransi dengan pemakai jalan lain dan junjung terus kebiasaan safety riding. Selamat berkendara, semoga selamat sampai tujuan.

#5. To be Continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s