Suramadu Bridge

Waktu itu hanya berawal dari obrolan sambil ngopi di MERR (Middle East Ring Road), celetukan temen “ayo budal wis” (ayo berangkat dah : red), dan meluncurlah kita ke TKP, Jembatan Suramadu. Suramadu ini menghubungkan antara Surabaya (P. Jawa) dan Bangkalan (P. Madura). Meski sudah empat tahun di Surabaya dan tempat kuliah saya deket dengan Suramadu tapi belum pernah sekalipun mampir ke jembatan terpanjang di Indonesia ini. Cukup keterlaluan…

Suramadu Bridge

Saat melirik ke jam, pukul 23.00 WDJS (Waktu di Jam Saya)…, yang bener aja ke Suramadu jam segini? Ternyata saat nyampek di Suramadu, tengah malem adalah waktu yang tepat. Kenapa begitu, ya karena jam segitu sudah lumayan sepi di Suramadu-nya, dan itu artinya bisa sedikit melanggar rambu-rambu lalu lintas (please jangan ditiru!). Tau tanda S yang di-strip? itu artinya apa ya? Ya tanda itulah yang kita (kita?! lu aja kali!) langgar. Bukan bermaksud jelek sih, cuma mau foto-foto saja buat data otentik, biar ndak dikira bohongan saya ke Suramadu. Penting kan? hehehe. :)

Gardjoew n' Friends

Buat yang mau tau soal Suramadu saya ada nih datanya. Panjang total Jembatan Suramadu 5.438 m, meliputi Causeway sisi Surabaya 1.458 m, Causeway sisi Madura 1.818 m. Sedang untuk bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua Approach Bridge masing-masing 672 m dan Main Bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km. Pylon (tiang) bentang utama memiliki tinggi 146 m. Proyek pembangunan Jembatan Suramadu mulai dikerjakan pertengahan tahun 2002 hingga diresmikan 10 Juni 2009. Proyek ini menelan tidak kurang dari 5 triltun rupiah. (sumber: www.suramadu.com).

Proyek prestisius gini memang jelasnya menelan banyak biaya, tapi yasudlah, dari situ Suramadu bisa jadi icon Jawa Timur dan juga Indonesia. Tapi yang saya sayangin nih, bagian paling sulit dari jembatan ini yaitu bagian Main Bridge (bagian tengah yang pakai Cable Stayed) masih direncanakan dan dikerjakan sama  kontraktor dari luar (China).  Denger-denger sih kita belum punya teknologinya makanya belum bisa buat sendiri. Bagi para akademia yang bergelut di bidang konstruksi, ayo lebih maju lagi, ntar giliran jembatan Jawa-Sumatra harus kita sendiri yang buat, tul gak?

OK dah, sekian dulu kisanak, selanjutnya…kapan kita kemana ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s